http://www.syahrudinpaudpo.com

Rabu, 14 Februari 2018

SEMINAR NASIONAL GURU ZAMAN NOW..! ORANG TUA ZAMAN NOW..! (Seminar Parenting Tantangan Dan Tuntunan Dalam Mendidik Anak Usia Dini)


SEMINAR NASIONAL

GURU ZAMAN NOW..!
ORANG TUA ZAMAN NOW..!
(Seminar Parenting Tantangan Dan Tuntunan Dalam Mendidik Anak Usia Dini)

MULTI MEDIA PAUD
(Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Melalui Multimedia PAUD)

I.              PENDAHULUAN
Peran guru di zaman kekinian sering mendapat sorotan. Bahkan, opini masyarakat akan mutu guru saat ini, serasa fluktuatif. Jika meminjam istilah yang sedang viral, yaitu kids zaman now, segala sesuatu diberi label “zaman now”, maka guru di era kekinian bisa kita sebut sebagai guru zaman now. Semakin hari, para guru ini dibenturkan dengan berbagai tantangan yang semakin berat. Tantangan-tantangan guru zaman now ini bervariasi, mulai dari kemajuan teknologi, menghadapi beragam generasi, tuntutan orang tua, tuntutan atasan, atau tuntutan besarnya gaji apalagi ditambah tunjangan profesi pendidik (bagi yang sudah bersertifikasi). Memang hal yang manusiawi, jika muncul berbagai tuntutan dari dampak meningkatnya kesejahteraan guru tersebut.
Sebuah perumpamaan pernah muncul dalam ajaran Ki Hajar Dewantara. Seorang pendidik yakni guru, adalah seorang petani yang merawat bibit hingga berbuah. Petani merawat bibit mulai dari menyiram, memberi pupuk, hingga menyiangi hama dengan harapan kelak akan berbuah baik dan layak. Namun, kita semua perlu sadari bahwa petani tidak mampu mengubah bibit mangga berbuah anggur. Sehingga dapat disimpulkan, sebagai pengajar sekaligus pendidik, guru mentransfer ilmu agar ilmu tersebut dapat bermanfaat dalam masyarakat. Bukan menyulap peserta didik sesuai yang diharapkan orang tua masing-masing.
Yang perlu digarisbawahi, guru zaman now harus cerdas menghadapi dan menjawab tantangan-tantangan yang muncul, sehingga menumbuhkan kesadaran bersama tentang peran guru. Jika salah langkah, bisa jadi guru akan mendapatkan label “negatif”, atau bahkan berakhir di balik jeruji besi.
Kemajuan Teknologi Perubahan sarana komunikasi dengan munculnya beragam teknologi canggih, mewajibkan para guru turut mengikuti arus kemajuan. Salah satu diantaranya, gawai berbasis android yang memungkinkan untuk mengakses internet dan menerapkan komunikasi melalui media sosial.
Seorang guru yang gaptek, niscaya akan tergerus oleh kecanggihan teknologi, apalagi kecanggihan tersebut sudah lebih dahulu dikuasai oleh murid. Tidak jarang, seorang murid menganggap gurunya tidak lebih pandai dari dirinya. Ilmu pengetahuan yang diajarkan, kini dengan bebas bisa diakses melalui peranti-peranti berteknologi canggih. Guru bukan satu-satunya sumber ilmu pengetahuan yang harus dipercaya oleh murid. Bukan tidak mungkin, seorang murid mengoreksi yang diajarkan gurunya dengan berdalih menurut “Mbah Google” (yang belum tentu kebenarannya). Hal yang akhirnya terjadi, tidak terwujud rasa hormat, atau bahkan merendahkan para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Sungguh, menyedihkan, jika anggapan seperti ini akan terus tumbuh dan bersemi dalam pemikiran masyarakat.
Belum lagi, segala urusan administrasi kini diterapkan dalam berbagai bentuk aplikasi, baik melalui jaringan online atau offline. Mulai dari perlengkapan mengajar hingga kelengkapan berkas individu guru. Satu contoh SIM PKB (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian dan Berkelanjutan), setiap guru diwajibkan mahir membuka akun SIM PKB masing-masing secara online. Sedangkan tingkat penguasaan masing-masing guru pada sistem ini masih berbeda, ada yang mahir, sekadar tahu, dan masih ada yang belum memahami sama sekali. Atau contoh lain yang berupa aplikasi offline, yakni rapor kurikulum 2013. Meski hanya berbasis aplikasi excel, namun dengan perpaduan beberapa pengaturan lanjutan (macro), sedikit banyak membuat para guru kebingungan untuk mengoperasikannya.
Generasi Zaman Now, Generasi millenial, yang menurut para ahli dikelompokkan dari generasi yang lahir antara tahun 1980 hingga 2000-an, sudah cukup menjadi tantangan bagi guru. Sekarang, ditambah lagi dengan generasi yang dikenal sebagai suksesornya, generasi ini biasa disebut generasi zaman now.
Generasi ini menggambarkan kondisi anak-anak zaman sekarang, yang berkisar pada anak usia sekolah dasar. Kalau tidak kekinian maka tidak nge-hits, kata mereka dengan segala tingkahnya, yang mungkin menurut kita konyol. Generasi di bawah umur ini terkesan terlalu cepat dewasa, terlalu cepat berdandan, dan terlalu cepat mengenal kata asmara. Bagaimana tidak, anak-anak pada usia sekolah dasar sudah mengenal istilah pacaran, bahkan ada juga yang sudah saling panggil “papa-mama”. Bagaimana, miris bukan?.
Dibalik kekonyolan itu semua (menurut kita), anak-anak ini mempunyai segi kreatifitas yang tinggi. Dengan didukung kemajuan teknologi, kita bisa membandingkan kecepatan belajar mereka dalam hal teknologi aplikasi dibandingkan dengan usia 40-an ke atas. Jika hal ini dilihat dalam kacamata pendidikan, antara guru dan murid, bisa jadi para guru lebih tertinggal dibandingkan dengan para peserta didiknya, meski tidak semua.
Generasi ini memiliki ciri khas sendiri, mereka cenderung tidak suka diatur, dan tidak suka dengan gaya mengajar jadul yang ketika menasehati menggunakan “nada tinggi”. Guru zaman now harus bisa menyadari perbedaan dan perubahan yang terjadi. Para guru harus bisa “ngemong”, daripada harus mengekang kreatifitas mereka. Jadi, guru jangan heran bila menjalin pertemanan dengan generasi ini dalam media sosial. Seringkali, update status dan mengunggah foto-foto pribadi yang terkesan “menggelikan”.
Guru zaman now selayaknya menjadi guru yang efektif, yakni dengan memiliki beberapa keunggulan, baik dalam mengajar (sebagai fasilitator), dalam hubungan dengan peserta didik dan komunitas sekolah (sebagai komunikator), dan profesional dalam segi administrasi dan sikap sebagai guru. Munculnya keinginan untuk memperbaiki diri dan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman akan menjadi salah satu solusi.
Yang tidak kalah penting, semua akan berjalan selaras jika mendapat dukungan dari orang tua atau wali murid. Jangan sampai, sedikit-sedikit menyalahkan guru, melaporkan guru, hanya bermodal sumber “katanya”. Semua jenis permasalahan harus digali duduk perkaranya, sehingga terbentuk komunikasi berbagai arah yang pastinya akan mendukung kinerja guru. Harapan kita semua, semua guru akan melewati proses meningkatkan mutu kinerja yang profesional, produktif, dan kolaboratif, demi memanusiakan peserta didik secara utuh.

II.           TEMA KEGIATAN
1.                  Tantangan Dan Tuntunan Orang Tua Dan Guru PAUD Dalam Mendidik Anak Di Zaman Now.
2.                  MULTI MEDIA PAUD (Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Melalui Multimedia PAUD)
III.        WAKTU DAN TEMPAT
Waktu pelaksanaan Seminar Nasional  ini adalah:
Hari                 : Sabtu
Tanggal           : 03 Maret  2018
Jam                  : 07.30 WIB s/d Selesai
Tempat            : Gedung NBC Lantai 2. Ngabar Ponorogo

IV.        TUJUAN KEGIATAN
Melalui Seminar ini diharapkan guru Mewujudkan Tujuan pendidik dalam membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.

V.           TARGET KEGIATAN
1.       Mewujudkan Tujuan pendidik dalam membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
2.      Mengoptimalisasi guru dalam mendidik anak
3.      Mempersiapkan anak memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.

VI.        SASARAN KEPESERTAAN
a.         Seluruh mahasiswa IAIRM
b.        Seluruh Mahasiswa Prodi PIAUD Dan PAUD PT Se- Kab. Ponorogo
c.         Seluruh Guru PAUD





VII.     OUTPUT KEGIATAN
a.         Peserta seminar dapat memahami Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini
b.        Peserta seminar Mampu mengimplementasikan materi seminar dalam dunia pendidikan anak Usia Dini
c.         Peserta seminar mampu mengoptimalisasi multimedia PAUD

Seminar Nasional 2018 Guru Zaman Now.., Orang Tua Zaman Now...!


Minggu, 22 Oktober 2017

Foto copy, percetakan, studio foto.

Foto Copy Dan Percetakan Syahla Grafika
jl raya bajang mlarak, Bajang, Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63472
0821-4377-7483

https://goo.gl/maps/3sG3DFrrzA32

Kamis, 19 Oktober 2017

Juknis Lomba IGRA Tahun 2017



JUKNIS DAN JUKLAK LOMBA
FESTIVAL ANAK SHOLEH DAN SHOLEHA TAHUN 2017

A.     LATAR BELAKANG
Pendidikan anak usia dini adalah  suatu upaya pembinaan yang ditujukan  kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan  melalui  pemberian rangsangan pendidikan untuk menbantu pertumbuhan perkembangan jasmani dan  rohani agar anak memiliki kesiapan dalam  memasuki pendidikan lebih lanjut.
            Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi  yang berkarakter apabila mereka berada di lingkungan  berkarakter pula. Upaya mengembangkan  dan menumbuhkan anak yang bermoral dalam  arti berkarakter (berakhlak baik) merupakan tanggung jawab dan memerlukan usaha dari semua pihak, yang meliputi keluarga, sekolah dan seluruh komponen masyarakat.
            Ajang  Festival Anak  Sholeh dan  Sholeha ini merupakan upaya pemberian stimulasi atau  rangsangan pendidikan untuk menbantu pertumbuhan perkembangan jasmani dan  rohani agar anak usia dini tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berkarakter.


B.     PENYELENGGARA
-          Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Provinsi  Jawa Timur.


C.     TUJUAN
-          Meningkatkan  Kreatifitas  Guru Dan  Anak RA/BA
-          Mengembangkan  sikap sportivitas dan berkompetensi dengan sehat.


D.     JENIS LOMBA
a.       Jenis Lomba Untuk Anak
1.      Tahfidzul Qur’an (Surat Al-Fiil, Al-Qori’ah, dan  At-Takatsur)
2.      Footsal
3.      Menghias celengan dari gerabah.
b.      Jenis Lomba untuk Guru
1.      Inovasi Pembelajaran


E.     KETENTUAN LOMBA
a.      Ketentuan Umum
1.      Peserta adalah :
-          Kepala Guru RA/BA/TA Se -Jawa Timur yang sudah mengikuti sekeksi di Tingkat Kabupaten/ Kota masing-masing.
-          Murid  RA/Ba/TA Se -Jawa Timur yang sudah mengikuti sekeksi di Tingkat Kabupaten/ Kota masing-masing.
-          Setiap peserta membawa surat tugas dari Ketua PD Kabupaten/Kota masing-masing.
2.      Satu nomor peserta berlaku untuk satu jenis lomba saja
-          Mengambil nomor undian dimalam hari sebelum lomba.
3.      Setiap peserta hanya boleh mengikuti 1 jenis  lomba.
4.      Mengisi biodata peserta  dan Fc. Akta Kelahiran untuk murid.
5.      Setiap peserta wajib mengikuti kegiatan  mulai dari pembukaan sampai dengan penutupan dengan memakai seragam IGRA Nasional .(Peserta Lomba Guru)
6.      Pada acara pembukaan setiap Kabupaten/Kota wajib mengikuti devile dengan membawa nama kontingen (Sterofoam Ukuran 30 x 60 cm) dan memakai baju daerah masing-masing (10 Orang Guru).
7.      Serta membuat yel-yel  max  2 menit (dilombakan).
8.      Pada setiap jenis lomba akan diambil Juara I, II, III dan Harapan I, II, III.
9.      Pemenang akan mendapatkan Piala dan Piagam Lomba.
10.  Juknis yang belum tercamtum akan ditambahkan kemudian jika memang diperlukan.
11.  Yel-yel dilombakan
12.  Papan nama sterofoam diberi tiang


b.      Lomba Tahfidzul Qur’an
1.      Peserta 1 anak pa/pi
2.      Membaca salah satu Surat pendek Al-Qur’an yang ditentukan pada saat lomba (di undi) antara lain Surat Al-Qari’ah, Al-Fiil, At-Takaksur.
3.      Tanpa salam
4.      Memakai Busana Muslim
5.      Kriteria penilaian :
-          Hafal
-          Tajwid
-          Fashoha
-          Adab/ Sikap
6.      Menggunakan mic.


c.       Footsal
1.      Peserta terdiri dari 5 anak Pa
2.      4 Anak sebagai pemain dan 1 anak sebagai penjaga gawang.
3.      Ukuran lapangan 7 x 15 m (menyesuaikan)
4.      Ukuran gawang tinggi 1,5 m dan lebar 1,5 m ( menyesuaikan)
5.      Lama pertandingan 2 x 4 menit dengan tanpa istirahat.
6.      Bola yang digunakan bola plastic yang terbungkus karet
7.      Tendangan penalty dilakukan dari titik berjarak 2 m
8.      Memakai seragam olahraga dan sepatu  kets (sekolah) bukan sepatu futsal.
9.      Tidak ada offside dan handball (apabila tersentuh tangan tidak sengaja)
10.  Trow in/ lemparan kedalam ditendang
11.  Bola hidup pada saat dipegang penjaga gawang selanjutnya dilakukan dengan gawang atau dilempar oleh penjaga gawang
12.  Apabila pemain melakukan pelanggaran keras maka akan mendapatkan peringatan dari wasit dan jika masih melakukan pelanggran lagi maka pemain akan dikeluarkan.
13.  Pelanggaran diluar kotak penalty, maka akan diberikan tendangan bebas langsung. Apabika terjadi pelanggran dalam kotak penalty maka akan terjadi tendangan penalty.
14.  Back pass kepada penjaga gawang diperbolehkan
15.  Apabila perbandingan  score seri maka penentu kemenangan akan dilakukan dengan  adu penalty sebanyak  5 kali. Apabila tetap seri dilanjutkan dengan  …….  atau  undian dengan tujuan untuk memilih regu yang menjadi penjaga gawang atau penendang bola.
16.  Keputusan wasit bersifat mutlak dan  bisa dipertanggung jawabkan





d.      Menghias Celengan dari Gerabah
1.      Peserta adalah 1 anak Pa/Pi
2.      Celengan dari panitia
3.      Menghias celengan dengan teknik menggambar melukis dengan menggunakan kuas dan Cat merk AGA (cat sudah disiapkan panitia)
4.      Cat yang digunakan 3 warna pokok yaitu merah, kuning, dan biru ditambah warna hitam dan putih
5.      Durasi waktu 120 menit (2 jam)
6.      Tema bebas
7.      Alat bantu berupa pensil dan spidol  warna hitam
8.      Kriteria penilaian :
-          Komponen  warna
-          Kerapian
-          Kebersihan
-          Keindahan


e.       Inovasi Pembelajaran
1.      Peserta adalah  pendidik RA/BA/TA
2.      Menyerahkan makalah rangkap 4 maximal 1 minggu sebelum lomba
3.      Waktu ± 10 menit untuk presentasi menggunakan lcd
4.      Kriteria penilaian :
-          Originalitas
-          Kesesuaian materi
-          Kreatifitas
-          Efektifitas
-          Presentasi 
v  Materi lomba bisa diemailkan PW IGRA 1 minggub sebelumnya pw.igrajatim@gmail.com
v  Inovasi bisa berupa lagu-lagu atau metode pembelajaran
v  Misalnya membuat satu alat dan dipresentasikan
Cara penggunaannya :
-          Identitas inovasi / alat yang digunakan/ medianya
-          Latar belakang pembuatan alat itu
-          Materi/ metode : pengembangan bidang apa
-          Tujuannya
-          Manfaatnya
-          Cara penggunaan
-          Kelebihan dan kekurangan.

Diklat K13

Diklat K13

Penyusunan Silabus RA

Penyusunan Silabus RA